Saling berbagi lewat sebuah tulisan yang mungkin bisa membuat mudah hidup orang lain adalah sesuatu yang membuat seorang Faa merasa bahagia ^_^

Sabtu, 02 Februari 2013

LK 2 HMI-ku ( lagi)


Mungkin yang akan ku share kali ini hanyalah catatan atau resumen yang di buat ketika ku menjalani LK 2 HMI-ku.

Ini adalah resuman oleh 5 narasumber pada tanggal 25 Juni 2012 :



sedangkan yang ini adalah resumen pada tanggal 27 Juni 2012

Resuman tanggal 26nya nyangkut dimana ya? hehehehe

Jumat, 01 Februari 2013

Review Novel Jazirah cinta





Di masa remaja Syam (panggilan akrab Syamsu Nazarul Adam) harus menerima kenyataan pahit perceraian kedua orangtuanya, sehingga membawanya nekat untuk pergi dari tanah kelahirannya dan mengembara ke kalimantan. Sangat disayangkan, di Kalimantan Syam malah menjadi penjahat kelas kakap incaran para polisi. Namun, di tengah perjalanan kelamnya itu ia bertemu dengan seorang pengembara bernama Alamsyah yang menyarankannya untuk mencari pesantren bernama Raudhatus Sama’ dan justru membawa perubahan besar dalam hidupnya. 

5 tahun berlalu, Syam menjadi sosok yang sangat berbeda dengan Syam ‘sebelum’nya, ia rajin melaksanakan ibadah, menjadi sosok yang disayang Kiai, para ustadz, dan sahabat. Salwa (anak ustadz Zaid) dan Lula (murid Syam mengaji yang tunasusila) jatuh cinta kepadanya, kisah cintanya ini justru membawa konflik dalam kehidupannya. Syam diberhentikan secara tidak hormat sekaligus diusir dari pesantren dan Kalimantan karena dituduh berzina dengan Lula. Setiap ujian pasti ada hikmahnya. Berbagai rentetan konflik yang telah dihadapi Syam menjadikannya pribadi yang matang, tegar, tabah, dan ikhlas dalam meniti kehidupannya. Hal ini membuat Syam dikagumi oleh orang-orang mengenalnya dan berbuah manis dalam kehidupan Syam berikutnya. Salah satunya, ia mendapat seorang bidadari cantik bernama Yunita (adik sahabat seperjuangannya Isack) sebagai istrinya di dunia akhirat.

Novel hasil goresan pena Randu Alamsyah ini banyak memberikan kejutan tak terduga di setiap halamannya, kata demi kata yang tersusun rapi dan terangkai indah mampu menyedot mata para pembacanya untuk tidak berhenti membaca. Kota yang dikenal agamis dengan berbagai kegiatan agamanya menjadi latar belakang yang sangat mendukung perjalanan Syamsu Nazarul Adam (tokoh utama novel ini) dalam pencarian jati dirinya di tanah jazirah cinta  Kalimantan Selatan.

Review novel The Good Thief



Seorang anak bernama Ren harus menjalani masa kecil pahit. Hidup dengan apa adanya dan seadanya di sebuah panti Asuhan. Namun demikian, dia masih memiliki sahabat, yaitu sepasang anak kembar, Brom dan Ichy. Setiap kali ada seseorang yang datang ke panti tersebut, untuk mengadopsi anak. Ren sering menghayal akan datang seseorang untuk mengadopsinya dan menerima kekurangan yang dimilikinya. Ya... tangan kiri Ren buntung. namun Ren tak pernah berhenti berangan-angan akan memiliki sebuah keluarga yang harmonis. 

Penantian Ren tiba, suatu hari seorang lelaki bernama Benyamin Nab datang dan mengaku sebagai kakak Ren. Namun hidup di luar panti ternyata tak berpengaruh besar pada perubahan hidupnya. Ren dididik Benjamin dan Tom (sahabat Benjamin) menjadi seorang pencuri, pembohong, penipu dan memanfaatkan kekurangan fisik Ren sebagai pengemis. Memang ironis dan sangat miris.

Petualangan hidup seorang anak bernama Ren ini disusun oleh Hannah Tinti dengan latar belakang yang sangat detail. Tiap kalimat membawa pembaca dapat merasakan petualangan dan pengalaman getir yang harus dihadapi Ren. Pembaca dibawa hanyut tanpa menyadari bahwa ia sudah tenggelam dalam dunia baru yang sudah diciptakan oleh Hannah Tinti dalam novel yang berjudul The Good Thief ini.