Saling berbagi lewat sebuah tulisan yang mungkin bisa membuat mudah hidup orang lain adalah sesuatu yang membuat seorang Faa merasa bahagia ^_^

Rabu, 10 Oktober 2012

karakteristik anak Usia SD



 Berikut adalah beberapa karakteristik anak usia SD menurut beberapa ahli. mudah-mudahan bisa membantu para mahasiswa PGSD khususnya, baik dalam mata kuliah maupun dalam membuat BAB II skripsi PTK,  dan para guru SD umumnya. saya lampirkan beserta Dapus untuk memudahkannya.

Menurut Eti Nurhayati (2011:34) berdasarkan pentahapan Piaget, perkembangan kognitif anak usia SD berada pada tahap opersinal konkret (concrete operasional). Istilah operasi konkret mencerminkan pendekatan yang terikat atau terbatas pada dunia nyata. Anak-anak usia SD dapat membentuk konsep, melihat hubungan, dan memecahkan masalah, namun hanya sepanjang mereka melibatkan objek-objek dan situasi-situasi yang mereka kenal. Anak-anak usia ini mengembangkan keterampilan penalaran logis dan konservasi karena telah menguasai konsep reversibilitas sepanjang berhadapan dengan dunia yang mereka kenal.
Nurhayati menambahkan anak-anak pada kelas-kelas sekolah dasar sedang bergerak dari pemikiran egosentris ke desentris, atau dari pemikiran subjektif ke pemikiran objektif. Pemikiran desentris memungkinkan anak-anak melihat bahwa orang lain dapt memiliki persepsi berbeda dari persepsi mereka. Untuk menangkap ide Piaget tentang perkembangan anak usia SD secara ringkas adalah sebagai berikut:
a.       Usia SD Kelas Rendah ( Kelas I-III)
·         Sudah dapat mengklasifikasikan angka-angka atau bilangan, meskipun masih harus lebih banyak menggunakan benda/ objek yang konkret ( alat peraga)
·         Mulai dapat menyimpan pengetahuan atau hasil pengamatan dalam daya ingatannya.
·         Mulai dapat mengoperasikan kaidah-kaidah logika (berfikir logis), meskipun terbatas pada objek-objek konkret.
b.      Usia SD Kelas Tinggi ( kelas IV-VI)
·         Mulai dapat berfikir hipotesisi deduktif.
·         Mulai mampu mengembangkan kemampuan berdasarkan kedua alternatif.
·         Mulai mampu menginferensi atau menggeneralisasikan dari berbagai kategori.
Di samping itu, Yusuf (2011:24-25) menambahkan  bahwa masa usia sekolah dasar sering disebut sebagai masa intelektual atau masa keserasian bersekolah. Pada masa keserasian bersekolah ini secara relatif, anak-anak lebih mudah dididik daripada masa sebelum dan sesudahnya. Masa ini diperinci lagi menjadi dua fase, yaitu :
a.       Masa kelas-kelas rendah rendah sekolah dasar, kira-kira 6 atau 7 tahun sampai umur 9 atau 10 tahun. Beberapa sifat anak-anak pada masa ini antara lain seperti berikut.
·         Adanya hubungan positif yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi (apabila jasmaninya sehat banyak prestasi yang diraih).
·         Sikap tunduk kepada peraturan-peraturan permainan yang tradisional.
·         Adanya kecenderungan memuji diri sendiri (menyebut nama sendiri).
·         Suka membanding-bandingkan dirinya derngan anak lain.
·         Apabila tidak dapt menyelesaikan suatu soal, maka soal itu dianggap tidak penting.
·         Pada masa ini (terutama usia6-8 tahun) anak menghendaki nilai ( angka rapor) yang baik, tanpa mengingat apakah prestasinya memang pantas diberi nilai baik atau tidak.
b.      Masa kelas-kelas tinggi sekolah dasar, kira-kira umur 9 atau 10 tahun sampai umur 12 atau 13 tahun. Beberapa sifat khas anak-anak pada masa ini ialah:
·         Adanya minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang konkret, hal ini menimbulkan adanya kecenderungan untuk membandingkan pekerjaan-pekerjaan yang praktis.
·         Amat realistik, ingin mengetahui, ingin belajar.
·         Menjelang akhir masa ini telah ada minat kepada hal-hal dan mata pelajaran khusus, yang oleh para ahli mengikuti teori faktor ditafsirkan sebagai mulai menonjolnya faktor-faktor(bakat khusus).
·         Sampai kira-kira umur 11 tahun anak membutuhkan guru atau orang-orang dewasa lainnya untuk menyelesaikan  tugas dan memenuhi keinginannya. Selepas umur ini pada umumnya anak menghadapi tugas-tugasnya dengan bebas dan berusaha untuk menyelesaikannya.
·         Pada masa ini anak memandang nilai (angka rapor) sebagai ukuran yang tepat (sebaik-baiknya) mengenai prestasi sekolah.
·         Anak-anak pada usia ini gemar membentuk kelompok sebaya biasanya untuk dapat bermain bersama-sama. Dalam permainan itu biasanya anak tidak lagi terikat kepada peraturan permainan yang tradisional (yang sudah ada), mereka membuat peraturan sendiri.

Daftar Pustaka
Nurhayati,  Eti. 2011. Psikologi pendidikan Inovatif. Yogyakarta : Pustaka belajar
Yusuf, Syamsu. 2011. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar